Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan perlunya sinergi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas pemuda dalam menyongsong percepatan pembangunan yang dipicu oleh perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur.
Menurutnya, pembangunan besar-besaran di wilayah penyangga seperti Samarinda tidak hanya membutuhkan kesiapan infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan kapasitas SDM secara menyeluruh.
“Harus berjalan beriringan dengan kesiapan SDM lokal. Kita tidak ingin hanya jadi penonton dalam pembangunan yang akan berlangsung besar-besaran di sekitar kita,” ucap Deni, Selasa (08/07/2025).
Ia menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Samarinda ke depan tidak hanya terbatas pada proyek jalan dan drainase, tetapi juga akan menyentuh sistem tata kota yang lebih luas dan kompleks. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara berbagai elemen masyarakat.
Guna mendorong kesiapan tersebut, Deni menyampaikan bahwa Komisi III DPRD terus mengawal percepatan pembangunan yang adaptif terhadap pertumbuhan wilayah.
“Anak muda harus jadi pelopor dan penggerak ide-ide baru untuk menjawab tantangan ini, terutama di sektor infrastruktur,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai kehadiran IKN harus dimanfaatkan sebagai momentum strategis bagi daerah untuk membangun sistem pembangunan berkelanjutan yang melibatkan semua pihak, bukan hanya mengandalkan pemerintah.
“Komisi III juga terus mendorong sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas pemuda agar perencanaan pembangunan tidak hanya terfokus pada fisik, tetapi juga mencakup pengembangan kapasitas manusia,” pungkasnya.
(Adv DPRD Samarinda)





