Nasional – Penanganan massa aksi di berbagai daerah dilakukan oleh Polri dengan slogan humanisme menunjukkan ketidaksesuaian. Di lapangan, situasi demonstrasi memanas imbas tuntutan evaluasi serta kenaikan tunjangan DPR.
Sayangnya, janji pendekatan humanis Polri justru tidak terbukti. Tindakan represif dalam menghadapi massa aksi justru tampak terang-terangan dan membabi buta.
Misalnya, insiden yang menewaskan Affan Kurniawan yang dilindas mobil rantis Brimob. Menjadi salah satu bentuk reformasi instritusi Polri perlu membenahi diri.
“Langsung dilindas ditabrak aja,” terang Rian, salah seorang saksi.
Selepas insiden tersebut, massa tetap bertahan dan melempar petasan ke arah polisi. Beberapa saat setelah itu, massa aksi dan aparat berdamai dengan bersalaman.
Sayangnya, kericuhan kembali terjadi setelah massa dari Jalan Penjernihan II kembali melancarkan serangan. Akibatnya, aparat menembakkan gas air mata dan memburu pendemo.
Berita ini dilansir dari tirto.id
(mlt)





