Kutai Kartanegara – Sejumlah 51 atlet disabilitas dari berbagai sekolah di Kutai Kartanegara (Kukar) siap berlaga di ajang olahraga boccia dan atletik.
Para atlet tersebut berasal dari empat Sekolah Luar Biasa (SLB) serta satu sekolah inklusi. Sebanyak 12 orang akan bertanding di cabang boccia, olahraga strategi lempar bola khusus disabilitas.
Ketua National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) atau Komite Paralimepiade Nasional Indonesia, Muhammad Bisyron berharap, generasi baru tersebut dapat membawa nama Kukar di provinsi.
“Insyaallah, di bulan November nanti Kukar sudah punya nama di tingkat provinsi untuk dua cabang ini,” ujarnya.
Bisyron juga mengatakan, semangat yang ditunjukkan oleh para atlet merupakan keberanian melawan batas dan membuktikan kemampuan di tengah keterbatasan.
“Harapannya ajang ini bisa menjadi titik awal lahirnya atlet disabilitas berbakat,” harapnya.
(mlt)





