Nasional – Musyawarah Nasional (Munas) XVII Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berlangsung pada (13/7/2025) hingga (19/7/2025) lalu. Acara tersebut mendapat perhatian sebab hengkangnya beberapa anggota.
Sejumlah penyebab disampaikan, salah satunya dari BEM KM Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menyatakan bahwa terlibatnya sejumlah orang yang menjadi simbol kekuasaan.
Pihaknya menyebut, sejak awal BEM KM UGM tidak memiliki ambisi atas segala kontestasi menjadi sesuatu apapun dalam struktur kepengurusan.
BEM KM UGM mengatakan bahwa pihaknya cukup dengan berperan sebagai peletak pondasi pada masa kelahiran BEM SI tahun 2007 silam.
“Justru paradoks, forum tersebut menjadi ruang konfliktual nirsubstansif sekaligus tempat penguasa memoles muka,” ujar BEM KM UGM.
Sesama mahasiswa, lanjutnya, bisa saling menyerang bukan karena keberpihakan atau ideologi yang berbeda, tapi karena ada sesuatu yang diperebutkan, entah apa,” ungkapnya.
Berita ini dilansir dari Tribun Kaltim.
(mlt)
