Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) menjadi jawaban bagi persoalan anak-anak yang sempat terhenti pendidikannya akibat keterbatasan daya tampung sekolah negeri maupun faktor ekonomi keluarga.
Menurut Sri Puji, Sekolah Rakyat yang baru diresmikan ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat dengan kapasitas awal 100 siswa, masing-masing 50 untuk tingkat SMP dan SMA, serta dukungan tenaga pendidik dan kepala sekolah yang lolos seleksi kompetensi.
“Alhamdulillah semua itu bisa terpenuhi ya dengan guru, dengan kepala sekolah yang saya kira kompetensinya tidak diragukan karena melalui tes khusus ya,” ujar Puji.
Ia mengungkapkan, masih banyak anak yang gagal masuk sekolah negeri karena keterbatasan daya tampung, sehingga terpaksa berhenti sekolah.
Dalam kunjungannya, ia menemukan kasus beberapa siswa yang tidak melanjutkan pendidikan selama setahun penuh karena terkendala biaya dan tidak diterima di sekolah negeri.
“Ada empat anak yang saya tanya, mereka tahun kemarin mendaftar di SMP Negeri tetapi tidak diterima, akhirnya 1 tahun tidak sekolah, karena memang mereka dari keluarga yang tidak mampu,” jelasnya.
Sri Puji menekankan perlunya penyebaran informasi yang merata agar masyarakat tidak kehilangan kesempatan pendidikan hanya karena kurangnya pengetahuan mengenai sekolah alternatif maupun sekolah negeri yang masih kekurangan murid.
“Ternyata mereka enggak tahu kalau informasi itu ada sekolah yang masih kosong, yang belum terisi untuk di sekolah negeri,” ucapnya.
Ia berharap Sekolah Rakyat dapat benar-benar menjadi solusi jangka panjang untuk pemerataan pendidikan di Samarinda, sehingga anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak lagi terpinggirkan dari hak dasar mereka untuk bersekolah.
Adv DPRD Samarinda





