Samarinda – Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Musyawarah Peduli Mahulu mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim. Hal tersebut dilakukan untuk menyuarakan aspirasi mereka mengenai lambatnya pembangunan infrastruktur.
Dilansir dari kaltimkece, Koordinator Forum Masyarakat Peduli Mahulu (FMPM) Bambang Edy Dharma menyaimpaikan dalam orasinya. Tuntutan pertama yakni meminta DPRD Kaltim menggunakan hak budget dan pengawasan secara maksimal terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu.
Tuntutan lain, mendesak Pemkab Mahulu segera menuntaskan pembangunan jalan darat yang layak, aman, serta terjangkau ke seluruh pelosok, terutama Long Apari dan wilayah perbatasan lain.
Kemudian, tuntutan tersebut, katanya, berkaitan dengan program Gratispol yang harus dinikmati seluruh masyarakat Kalimantan Timur, tanpa kecuali.
Selain itu, tuntutan yang dibawa adalah transparansi rupiah anggaran yang dialokasikan untuk Mahulu dengan melibatkan peran masyarakat dalam melakukan pengawasan guna menjaga infrastruktur dibangun asal-asalan.
Terakhir, mereka menuntut agar Mahulu menjadi etalase kebanggaan Negara Kesatuan Republik Indonesia di perbatasan dengan pendirian pos lintas batas negara (PLBN) dan peningkatan SDM masyarakat secara maksimal.
(mlt)





