Samarinda – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025 di Samarinda menuai catatan positif dari Komisi IV DPRD setempat.
Di balik kelancaran kegiatan tersebut, muncul dorongan agar pola MPLS ke depan tak lagi hanya berfokus pada siswa, melainkan turut mengajak orang tua terlibat aktif sejak awal.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, menilai momentum MPLS bisa menjadi pintu masuk untuk membangun sinergi antara sekolah dan keluarga. Saat melakukan sidak ke SDN 067, SMPN 22, dan SMPN 2, ia mengusulkan agar sekolah menambahkan sesi khusus bagi orang tua siswa.
“Selama ini orientasi MPLS lebih banyak ke siswa saja, padahal peran orang tua juga sangat penting. Terutama dalam penerapan kebiasaan positif yang dicanangkan Kemendikbud, sebagian besar harus dijalankan di rumah,” ujarnya, Kamis (17/7/2025).
Ia mengusulkan program parenting day pada hari terakhir MPLS sebagai bentuk pendekatan strategis yang mampu menyelaraskan visi antara orang tua dan pihak sekolah.
Dengan melibatkan keluarga dalam proses awal pendidikan, menurutnya, akan terbentuk komunikasi dua arah yang memperkuat pembentukan karakter anak.
“Dengan orang tua memahami visi dan pendekatan sekolah, maka kontrol dan pendampingan terhadap anak bisa lebih efektif di rumah,” katanya.
Ismail menambahkan, pendidikan karakter seperti tujuh kebiasaan baik yang tengah digaungkan pemerintah membutuhkan dukungan aktif dari rumah. Oleh karena itu, sinergi sejak awal masa sekolah perlu terus diperkuat.
Gagasan ini mendapat respons positif dari pihak sekolah, terutama SMPN 2 yang disebut siap menjadi percontohan. DPRD pun berharap pola MPLS yang lebih inklusif ini bisa diadopsi lebih luas oleh seluruh sekolah di Samarinda.
(Adv DPRD Samarinda)
