Samarinda – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) Kalimantan Timur (Kaltim) temukan tujuh jenama beras yang tidak sesuai dengan mutu premium dalam kemasan.
Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih menuturkan, pihaknya mengawal penyesuaian produk oleh distributor. Temuan ketidaksesuaian tersebut merugikan konsumen sebab harus membayar harga tinggi.
“Temuan itu merupakan hasil pengujian terhadap 21 sampel beras yang diambil dari ritel modern, pasar tradisional, hingga pedagang kecil.”
Ketujuh jenama tersebut antara lain, Bondy, Ikan Sembilan, Putri Koki, Sedap Wangi, Berlian Batu Mulia, Raja Lele, serta 35 Rahma.
Heni mengatakan, hasil uji labolatorium menunjukkan ketidaksesuaian mutu. Meskipun beras tersebut layak konsumsi, akan tetapi kualitasnya tidak setara dengan beras medium atau di bawahnya.
“Maka barang tersebut harus ditarik dari peredaran untuk dilakukan penyesuaian.”
Berita ini disadur dari Antara Kaltim
(mlt)
