Samarinda – Kondisi Fly Over Air Hitam kembali menjadi sorotan publik setelah muncul retakan pada jembatan tersebut. Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan perlunya pengawasan dan pembatasan kendaraan yang melintas di atas Fly Over, terutama kendaraan bermuatan berat.
“Itu bukan pertama kali. Harus ada upaya pencegahan, seperti membatasi jumlah dan kapasitas muatan. Kendaraan yang melintas tidak boleh melewati batas Over Dimension dan Over Loading (ODOL) yang sudah ditetapkan,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).
Deni menjelaskan, berdasarkan keterangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, keretakan yang muncul saat ini tidak memengaruhi fondasi utama Fly Over. Kerusakan terjadi pada bagian bawah jembatan yang sebelumnya ditutup pemerintah untuk menghindari aktivitas masyarakat di area tersebut.
“Pemeriksaan sudah dilakukan untuk memastikan tidak terganggunya fondasi utama, sekaligus mempercepat proses perbaikan,” katanya.
Meski demikian, Deni menilai perbaikan saja tidak cukup. Ia menekankan perlunya langkah preventif agar kerusakan serupa tidak terus terulang dan mendorong agar pemantauan rutin melalui CCTV di kawasan Fly Over dilakukan lebih aktif, untuk memastikan lalu lintas kendaraan berat bisa dikontrol dengan baik.
“Jangan sampai kerusakan terus berulang. Kalau dijaga bersama, infrastruktur kita bisa bertahan lama,” pungkasnya. (sn)
Adv DPRD Samarinda
