Samarinda – Fenomena manusia silver yang masih marak di sejumlah titik Kota Samarinda mendapat sorotan dari Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim.
Ia menekankan perlunya penanganan menyeluruh agar permasalahan tidak hanya selesai di permukaan, Minggu (17/8/2025).
Menurut Rohim, penertiban memang harus dilakukan secara konsisten sebagai langkah hilir.
“Kalau hilir itu, memang harus diperlihatkan konsistensi. Kalau muncul, mesti ditindak, besok ada lagi, tindak lagi, ada lagi, tindak lagi,” ujarnya.
Namun ia menegaskan, upaya itu tidak cukup bila hanya menyasar para manusia silver. Perlu juga ditelusuri apakah ada penggerak di balik aktivitas tersebut.
“Jangan-jangan ini terorganisir, bukan cuma inisiatif satu orang. Kalau memang diorganisir, maka tidak bisa selesai jika hanya yang diurus manusia silvernya saja. Harus dikejar siapa yang menggerakkan mereka, yang mengkapitalisasi mereka,” jelasnya.
Rohim juga menilai persoalan ini tak lepas dari aspek ekonomi. Menurutnya, kebutuhan hidup mendorong munculnya manusia silver, sehingga solusi di hulu harus diarahkan pada akselerasi ekonomi.
“Di hulu memang soal ekonomi. Akselerasi ekonomi dilakukan, pertumbuhan ekonomi dikejar sehingga nanti berdampak pada kenaikan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan. Dengan cara ini bisa meminimalisir berbagai model tindakan seperti manusia silvers,” pungkasnya.
Adv DPRD Samarinda
