Home Advertorial Orang Tua Bukan Figuran, Ismail Ajak Ayah Lebih Hadir dalam Pengasuhan Anak

Orang Tua Bukan Figuran, Ismail Ajak Ayah Lebih Hadir dalam Pengasuhan Anak

0
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi

Samarinda – Kurangnya keterlibatan orang tua, khususnya ayah, dalam pengasuhan anak menjadi perhatian Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi.

Ia menyebut bahwa peran orang tua dalam membentuk karakter anak tidak bisa digantikan oleh sekolah ataupun lingkungan.

Menurut Ismail, banyak orang tua yang secara fisik hadir namun tidak terlibat secara emosional dan psikologis dalam kehidupan anak. Fenomena ini, kata dia, dapat berdampak buruk terhadap perkembangan karakter anak di masa depan.

“Anak yang kehilangan cinta dari orang tuanya akan mencari cinta di luar. Kalau dia menemukan lingkungan yang baik, alhamdulillah. Tapi kalau tidak, maka karakter anak bisa terbentuk secara negatif,” ujarnya, Kamis (17/7/2025).

Ia menyoroti bahwa ayah seringkali hanya berperan sebagai ‘figuran’ dalam proses tumbuh kembang anak karena alasan pekerjaan atau kurangnya kesadaran terhadap pentingnya pengasuhan.

Padahal, Ismail menekankan bahwa keluarga adalah tempat pertama dan utama dalam membentuk karakter, akhlak, dan kepribadian anak.

“Sering saya sampaikan kepada kepala sekolah dan guru, buatlah sesi parenting agar orang tua sadar bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah. Bahkan, porsi terbesarnya justru di rumah,” tegasnya.

Ismail juga mengingatkan bahwa pengabaian dalam pengasuhan bisa membuka peluang anak bertumbuh dalam lingkungan yang salah dan menjerumuskan.

“Kalau anak kehilangan cinta dari keluarganya, lalu ia mencari ke luar dan bertemu dengan lingkungan yang salah, maka potensi penyimpangan jadi besar. Itu yang harus kita cegah bersama,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa untuk menuju Indonesia Emas 2045, penguatan karakter generasi muda harus dimulai dari rumah.

Menurutnya, tidak cukup hanya mengejar capaian akademik tanpa didukung pembentukan kepribadian dan nilai-nilai moral yang kuat.

“Anak-anak ini bukan hanya milik orang tuanya. Mereka adalah tanggung jawab kita bersama. Kalau kita ingin generasi 2045 itu unggul, maka proses pembentukan karakternya harus dimulai dari sekarang,” pungkasnya.

(Adv DPRD Samarinda)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version