Home Advertorial Perilaku Menyimpang Meningkat, Ismail: Anak Bebas Pakai HP Jadi Pemicu

Perilaku Menyimpang Meningkat, Ismail: Anak Bebas Pakai HP Jadi Pemicu

0
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi

Samarinda – Lonjakan perilaku menyimpang di kalangan anak usia sekolah dasar dinilai berkaitan erat dengan maraknya penggunaan gawai tanpa pendampingan.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, menyebut bahwa akses bebas terhadap konten digital berpotensi besar membentuk kebiasaan buruk pada anak.

“Anak lihat konten negatif, lalu mencoba meniru apa yang dilihat,” ucap Ismail dalam keterangannya, Kamis (17/7/2025).

Ia menyatakan, anak-anak yang terlalu dini mengakses internet rentan menyerap informasi tanpa filter, sementara kehadiran orang dewasa dalam mendampingi mereka masih minim.

“Sumber informasi anak-anak bertambah, tapi mereka tidak bisa seleksi. Karena peran orang dewasa tidak hadir,” jelasnya.

Kondisi ini diperparah oleh pola pengasuhan orang tua yang terlalu longgar. Ismail menyoroti fakta bahwa tak sedikit orang tua yang justru memberi kebebasan akses penuh pada anak.

“Yang kasih handphone kan orang tuanya. Kuncinya pakai sidik jari anak, orang tua tak bisa akses,” katanya.

Ia juga menilai bahwa usia yang tepat bagi anak untuk memiliki handphone adalah saat mereka sudah mampu berpikir kritis, yaitu sekitar usia 14 tahun. Sebab, pada usia dini, anak belum memiliki kemampuan memilah mana informasi yang layak dikonsumsi.

“Anak scroll, scroll, scroll. Orang tua tidak menyeleksi, ini positif atau negatif,” tambahnya.

Dalam konteks pendidikan, Ismail mengapresiasi peran guru yang mulai selektif dalam menyaring konten pembelajaran. Namun, ia menegaskan bahwa peran sekolah tetap harus ditopang oleh keterlibatan keluarga.

“Guru bisa bantu pilih tontonan dan wacana yang baik. Tapi tetap perlu dukungan orang tua,” ucapnya.

Sebagai bentuk upaya kolektif, ia mendorong sekolah untuk menggelar forum parenting secara rutin agar komunikasi antara rumah dan institusi pendidikan bisa berjalan seimbang.

“Sekolah perlu gelar parenting. Supaya pendidikan ini nyambung antara sekolah dan rumah,” tutupnya.

(Adv DPRD Samarinda)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version