Samarinda – Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri, menegaskan konsolidasi tanah dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi persoalan kekumuhan sekaligus membuka akses jalan di kawasan padat penduduk.
Salah satunya di eks kebakaran Sutomo dan Kampung Ketupat, Kelurahan Masjid, yang tengah direncanakan sebagai kawasan wisata.
Menurut Samri, program ini memberikan manfaat langsung bagi warga karena pemerintah akan membangun kembali rumah warga sesuai aturan dan ukuran yang ditetapkan.
“Konsolidasi tanah ini membantu masyarakat karena nantinya pemerintah akan membangun rumah 100% sesuai aturan. Masyarakat hanya perlu menyetujui pengurangan tanah untuk pelebaran jalan, kemudian rumahnya dibangun sesuai ukuran yang ditentukan,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan konsolidasi tanah sangat ditentukan oleh pola komunikasi dengan warga.
“Perlu waktu, paling tidak 6 bulan sebelumnya disosialisasikan pelan-pelan supaya masyarakat matang memahami. Saat eksekusi, mereka bisa sukarela bahkan membantu menjalankan program,” ujarnya.
Samri juga menekankan manfaat konsolidasi tanah tidak hanya pada aspek penataan lingkungan, tetapi juga nilai ekonomi dan keselamatan warga.
“Meskipun tanah berkurang 1–2 meter, akses jalan jadi lebih lebar sehingga jika terjadi kebakaran, pemadam lebih mudah masuk. Nilai tanah juga bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat karena akses lebih baik,” pungkasnya.
Adv DPRD Samarinda
