Home Advertorial DPRD Samarinda Prihatin Kekerasan Anak Meluas hingga Lingkungan Pengasuhan

DPRD Samarinda Prihatin Kekerasan Anak Meluas hingga Lingkungan Pengasuhan

0
Anggota Komisi IV, Harminsyah

Samarinda – Fenomena kekerasan terhadap anak di Kota Samarinda memicu keprihatinan mendalam dari DPRD. Kasus yang terjadi tidak hanya di lingkungan keluarga, tapi juga merambah ke institusi pengasuhan seperti panti asuhan.

Kondisi tersebut dinilai mencerminkan persoalan sosial yang lebih dalam, termasuk lemahnya ketahanan keluarga dan kurangnya pembinaan di tingkat masyarakat.

Anggota Komisi IV, Harminsyah, menegaskan bahwa persoalan kekerasan terhadap anak tidak bisa hanya dipandang dari sisi hukum.

Menurutnya, masalah ini harus dilihat dari hulu, mulai dari peran keluarga hingga lingkungan sosial sekitar.

“Ini isu yang sangat kami perhatikan. Ini bukan hanya urusan hukum, tapi juga soal ketahanan keluarga. Perlu pembinaan dari hulu, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan sosial masyarakat,” ucapnya di Samarinda beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, ketika fungsi keluarga melemah, seharusnya lembaga lain seperti sekolah dan panti asuhan hadir memberikan perlindungan.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan sebaliknya. Harminsyah menyebut pihaknya kini juga mencermati berbagai kasus kekerasan yang terjadi di lembaga pengasuhan anak.

“Kami menyoroti secara khusus kasus-kasus yang terjadi di panti asuhan. Ini sangat disayangkan, karena seharusnya panti menjadi tempat aman, bukan menambah trauma anak,” katanya.

Ia pun meminta agar pemerintah melalui dinas sosial memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh panti asuhan yang ada di Samarinda. Standar perlindungan anak harus diterapkan secara menyeluruh dan rutin dievaluasi.

“Pemerintah harus memastikan bahwa setiap panti asuhan adalah tempat yang aman dan ramah bagi anak-anak. Harus ada evaluasi berkala terhadap pengelolaan, tenaga pengasuh, hingga kondisi lingkungan,” pungkasnya.

(Adv DPRD Samarinda)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version