Samarinda – Komisi I DPRD Samarinda menyayangkan absennya pihak Pertamina Patra Niaga dalam rapat dengar pendapat (RDP) terkait Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) di Jalan Cendana, Jumat (13/9/2025).
Padahal, forum tersebut dinilai penting untuk menjawab keresahan publik soal keberadaan depo BBM di tengah kawasan permukiman.
“Kita sudah dua kali mengundang pihak Patra Niaga Pertamina yang ada di Jalan Cendana itu, tapi tidak hadir,” ungkap Ketua Komisi I DPRD, Samri Shaputra.
Menurutnya, kehadiran Pertamina mutlak diperlukan agar ada penjelasan resmi terkait kelayakan maupun rencana pemindahan fasilitas vital tersebut. Aspirasi mahasiswa yang disampaikan ke dewan, lanjut Samri, merupakan cerminan keresahan masyarakat.
“Ini mewakili masyarakat, bahwa keberadaan Pertamina yang ada di Cendana itu sudah dianggap tidak layak,” tegasnya.
Samri menilai, tanpa keterlibatan Pertamina, pembahasan di tingkat dewan tidak bisa menghasilkan keputusan konkret. Padahal, isu ini tidak hanya menyangkut tata ruang kota, tetapi juga menyentuh aspek keselamatan warga.
“Kalau dilihat kondisi sekarang, memang sudah tidak memungkinkan lagi,” jelasnya.
Dewan menegaskan akan tetap mendesak Pertamina hadir dalam pertemuan berikutnya. Penjelasan resmi dari perusahaan energi pelat merah itu akan menjadi dasar DPRD dalam menyusun rekomendasi, termasuk kemungkinan relokasi TBBM Cendana.
“Pertama kita akan meminta penjelasan kepada pihak Pertamina proses pemindahan, setelah ada jawaban, lalu kita rekomendasikan dan simpulkan,” pungkasnya.
Adv DPRD Samarinda
